Saudaraku...
Tatkala kita memahami sesuatu itu benar atau salah terkadang kita tidak dapat bisa menerima nasehat orang lain. Yang ada kita justru bersikeras memberi tahu yang lain kalau kita paham permasalahnya, tanpa peduli mereka juga sedang berusaha memahami permasalahannya dan mencari solusinya.
Mungkin akan lebih indah ketika kita mengetahuinya kita masih bisa mendengarkan orang lain dan mengikuti mereka sampai kebenaran itu sendiri yang menunjukkan dirinya
Minggu, 06 Januari 2013
Pentingnya Belajar Membaca Al Qur'an
Hari ini saya shalat berjama'ah magrib di sebuah masjid jami, sampai sang Imam membacakan ayat kedua dalam surat alkafiruun saya pun tersentak dan mengganggu kosentrasi saya ketika shalat.
Imam tersebut membaca ayat kedua seperti ini "لأعبد ما تعبدون".
Padahal ayat yang benar adalah ini "لا أعبد ما تعبدون".
Memang terlihat mudah, Sang imam hanya lupa memanjangkan alif untuk lam pertama
Tapi artinya jadi sangat berbeda
Ucapan pertama "Kami akan menyembah apa yang kamu sembah"
Sedangkan yang benar ialah "Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah"
Tanyakan nurani kita kepada siapa kesalahan ini dipertanggungjawabkan
Imam tersebut membaca ayat kedua seperti ini "لأعبد ما تعبدون".
Padahal ayat yang benar adalah ini "لا أعبد ما تعبدون".
Memang terlihat mudah, Sang imam hanya lupa memanjangkan alif untuk lam pertama
Tapi artinya jadi sangat berbeda
Ucapan pertama "Kami akan menyembah apa yang kamu sembah"
Sedangkan yang benar ialah "Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah"
Tanyakan nurani kita kepada siapa kesalahan ini dipertanggungjawabkan
Keindahan Akhir Zaman
Pada saat semua manusia berkumpul dipadang mahsyar, Allah memanggil salah seorang manusia lalu meletakkan penutup agar bisa bicara langsung oleh orang tersebut tanpa yang lain. Hanya dirinya dan Sang Khalik hingga tak ada siapapun yang tahu lalu Dia berfirman "Masih adakah kau ingat wahai hambaKu dosa yang pernah kau lakukan saat ini dan ini?".
Orang itu teringat atas dosa yang telah dia perbuat dan tertunduk hina atas kesalahannya. Sang Khalik kembali berkata "Wahai hambaKu, sungguh aku telah menutup dosamu ketika didunia maka hari ini pun aku tutupi dan aku ampuni kesalahanmu"
Saudaraku....
Allah tidak akan pernah bosan mencatat dosa kita lalu menerima taubat kita hingga akhirnya kita bosan melakukan dosa atau kita bosan memohon taubat!!!
Saudaraku....
Jika pernah dosa kita perbuat dan itu hanya kita yang tahu. Ingatlah sejatinya Allah sedang menutup aibmu, jangan lantas kaulah justru yang membuka tirai itu dan memperlihatkannya kepada khalayak ramai.
Saudaraku....
Jangan pernah memandang kecil sebuah kesalahan yang telah kita berbuat namun sadarilah kepada siapa kau berbuat kesalahan.
Orang itu teringat atas dosa yang telah dia perbuat dan tertunduk hina atas kesalahannya. Sang Khalik kembali berkata "Wahai hambaKu, sungguh aku telah menutup dosamu ketika didunia maka hari ini pun aku tutupi dan aku ampuni kesalahanmu"
Saudaraku....
Allah tidak akan pernah bosan mencatat dosa kita lalu menerima taubat kita hingga akhirnya kita bosan melakukan dosa atau kita bosan memohon taubat!!!
Saudaraku....
Jika pernah dosa kita perbuat dan itu hanya kita yang tahu. Ingatlah sejatinya Allah sedang menutup aibmu, jangan lantas kaulah justru yang membuka tirai itu dan memperlihatkannya kepada khalayak ramai.
Saudaraku....
Jangan pernah memandang kecil sebuah kesalahan yang telah kita berbuat namun sadarilah kepada siapa kau berbuat kesalahan.
Teriakan
Dunia Iblis menerpa waktu
Hancurkan apa yang nampak
Ketika rentetan peluru benci membunuh keceriaan
Hujaman pedang amarah mencabik kedamaian
Cintalah pelaku dibalik itu semua
Cinta bertopeng senyuman
Cinta berkulit kasih sayang
Cinta berbentuk canda rayuan
Dimana selalu menipu membohongi kodrat Illahi
Benci terlahir dari cinta
Amarah tercipta dari cinta
Menerkam manusia tanpa tanda
Mencabik manusia tiada sisa
Hingga manusia diakhiri zaman
Hancurkan apa yang nampak
Ketika rentetan peluru benci membunuh keceriaan
Hujaman pedang amarah mencabik kedamaian
Cintalah pelaku dibalik itu semua
Cinta bertopeng senyuman
Cinta berkulit kasih sayang
Cinta berbentuk canda rayuan
Dimana selalu menipu membohongi kodrat Illahi
Benci terlahir dari cinta
Amarah tercipta dari cinta
Menerkam manusia tanpa tanda
Mencabik manusia tiada sisa
Hingga manusia diakhiri zaman
Hilang Arti
Derita kasih diujung nirwana
Bahagia sayang dimuka semesta
keindahan dan kesempurnaan hanya dalam dongeng lapuk
Sedangkan kerusakan dan kehancuran
Hadir disetiap fakta lingkaran kehidupan
Pemuja keindahan merusak cinta
Penyembah kesepurnaan mengkikis cinta
Atas tanggungan siapa?
Yang menatap jalan-jalan lenggang
Terpesona dalam ucapan serta pandangan
Semua sama tiada makna
Hanya nafsu bodoh
Hanya akal gila
Bahagia sayang dimuka semesta
keindahan dan kesempurnaan hanya dalam dongeng lapuk
Sedangkan kerusakan dan kehancuran
Hadir disetiap fakta lingkaran kehidupan
Pemuja keindahan merusak cinta
Penyembah kesepurnaan mengkikis cinta
Atas tanggungan siapa?
Yang menatap jalan-jalan lenggang
Terpesona dalam ucapan serta pandangan
Semua sama tiada makna
Hanya nafsu bodoh
Hanya akal gila
Langganan:
Postingan (Atom)